Rachmat Harsono

Hidup Sehat Diawali dengan Membangun Daya Tahan Tubuh

  1. Beranda /
  2. Feature /
  3. Korporasi /
  4. Sabtu, 19 Januari 2019 - 00:07 WIB

Rachmat Harsono /Istimewa
Rachmat Harsono
Foto: Istimewa

Rachmat selalu sadar bahwa hidup sehat itu diawali dengan membangun daya tahan tubuh. Misalnya dengan mengonsumsi makanan yang seimbang, antara karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu, pola makan itu disempurnakan dengan aktivitas olahraga minimal tiga kali sampai empat kali seminggu.

TOKOHKITA. Kesibukan yang padat tak membuat Direktur Utama PT Aneka Gas Industri Tbk Rachmat Harsono mengabaikan gaya hidup sehat. Bukan cuma berolah raga, pria kelahiran Surabaya, 38 tahun silam ini, juga menyeimbangkan dengan asupan dan faktor psikis. “Gaya hidup sehat itu tidak hanya dari olahraga, tetapi juga dari pikiran dan makanan harus diatur,” ujarnya.

Rachmat bercerita, ketika bangun pagi, ia biasanya akan berolahraga sebentar, seperti treadmill, bersepeda, berenang, dan olahraga lainnya yang bisa dilakukan sendiri. Setelahnya, ia akan merenggangkan pikirannya dengan membaca.

Rachmat juga menerapkan pola makan dengan mengonsumsi nasi satu hari sekali saja. Selain itu, ia memilih tidak makan nasi di atas jam tujuh malam, kecuali jika menjamu makan. “Saya sarapan roti, buah, atau sesuai yang disediakan. Yang penting kopi kalau sarapan,” ujarnya.

Rachmat selalu sadar bahwa hidup sehat itu diawali dengan membangun daya tahan tubuh. Misalnya dengan mengonsumsi makanan yang seimbang, antara karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu, pola makan itu disempurnakan dengan aktivitas olahraga minimal tiga kali sampai empat kali seminggu.

Dengan fisik yang sehat itu, Rachmat yakin bahwa emosional  bisa terkendali. Dampaknya, mental dan spiritual pun akan lebih baik sehingga lebih fokus bertindak atau bekerja dan bisa memotivasi orang lain.

Dari kedisiplinan dalam berolahraga dan mengatur pola makan, Rachmat mampu menurunkan berat badan, dari semula 120 kg menjadi 90 kg. "Sebenarnya, berat badan itu hanya sebagai outcome. Yang lebih penting, bisa menyeimbangkan komposisi lemak dan otot," tuturnya.

Sekadar informasi, Rachmat adalah penggemar olahraga voli. Ia juga ditunjuk mengurusi tim bola voli profesional yang dibentuk oleh Grup Samator, yaitu Surabaya Bhayangkara Samator.  “Kemarin, saya sempat jadi manajer tim saat mengikuti Asian Games. Sebenarnya, saya maunya jadi atlet, tetapi tidak lolos karena umur,” candanya.

Namun, di tengah kesibukan saat ini, Rachmat justru makin jarang bermain voli. Padahal, biasanya ia bisa menyalurkan hobi itu seminggu dua kali. “Sekarang menunggu timnya lengkap. Karena teman-teman sebaya saya sudah keluar dan berganti jalur juga. Masa iya, saya lawan atlet umur dua puluhan?” ujarnya terkekeh.

Lantaran banyak berhubungan dengan atlet, Rachmat belajar bahwa untuk mendapatkan performa yang tinggi, seorang atlet tidak bisa dipacu untuk terus-terusan berlatih. Ia memahami bahwa performa yang baik didapat dari keseimbangan istirahat dan kerja.

Sumber: KONTAN

Editor: Tokohkita