Bukalapak Serap Ratusan Diaspora untuk Bekerja di Indonesia

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Senin, 7 Januari 2019 - 15:13 WIB

Bukalapak/Istimewa
Bukalapak
Foto: Istimewa

Mayoritas diaspora yang bergabung di Bukalapak berkarya di divisi Engineering dan juga tersebar di beberapa divisi lainnya. Para diaspora yang berasal dari negara seperti Amerika, Inggris, Belanda dan Australia ini ditempatkan di berbagai level mulai dari entry level hingga top-level management.

TOKOHKITA. JAKARTA. Bukalapak terus berkomitmen untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Bukalapak membuat sebuah kampanye bertajuk #BukaJalanPulang. Kampanye tersebut merupakan sebuah program yang berfokus pada diaspora Indonesia yang sedang menempuh pendidikan maupun yang bekerja di luar negeri untuk kembali pulang dan membangun Indonesia bersama Bukalapak.

Kampanye yang telah berlangsung sejak tahun 2017 ini, telah berhasil mengajak ratusan diaspora kembali ke tanah air untuk berkarya dan berinovasi di Bukalapak membangun bangsa.

Mayoritas diaspora yang bergabung di Bukalapak berkarya di divisi Engineering dan juga tersebar di beberapa divisi lainnya. Para diaspora yang berasal dari negara seperti Amerika, Inggris, Belanda dan Australia ini ditempatkan di berbagai level mulai dari entry level hingga top-level management.

Untuk kriterianya sendiri, Bukalapak mencari talenta yang mempunyai kedekatan visi dan misi dengan Bukalapak serta memiliki kompetensi yang menunjang untuk pengembangan Bukalapak.

Gema Buana Putra, Vice President of Talent Bukalapak mengatakan Bukalapak kini lebih dari sekadar marketplace dan Ia percaya bahwa sampai saat ini potensi yang dimiliki oleh putra-putri bangsa mampu bersaing dengan talenta asing untuk mendukung Bukalapak menjadi lebih maju lagi.

"Kami bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di berbagai negara untuk melaksanakan kampanye #BukaJalanPulang. Sejumlah program kami selenggarakan baik di Indonesia maupun di luar negeri untuk membangun hubungan baik dengan teman-teman yang masih aktif bekerja dan bersekolah di luar negeri maupun mereka yang sudah kembali ke Tanah Air," ujarnya dalam siaran pers, Senin (7/1)

Gema menambahkan bahwa sepanjang tahun 2018 lalu, Bukalapak telah mengunjungi sembilan kota di tiga negara yaitu Amerika, Jepang dan Australia. Bukalapak telah mengadakan sebanyak 29 kegiatan yang mengajak para diaspora untuk kembali ke tanah air dan berkarya bersama Bukalapak.

Sebagai pendukung acara, para top-level management Bukalapak seperti Chief Operation Officer Bukalapak Willix Halim, Vice President of Engineering Bukalapak Ibrahim Arief dan Vice President of Product Design Yoel Sumitro dihadirkan untuk berbagi wawasan mengenai potensi ekonomi dan teknologi di Indonesia serta tentunya berbagi cerita alasan mereka kembali ke tanah air untuk berkarya membangun bangsa di Bukalapak.

Kegiatan ini disambut baik oleh lebih dari 800 diaspora yang menghadiri acara-acara tersebut selama tahun 2018. “Mungkin jika dibandingkan dengan negara maju lainnya, Indonesia masih punya banyak kekurangan. Tetapi setelah mendengar presentasi dari Bukalapak, membuat saya ingin berkontribusi untuk membangun Indonesia dan percaya jika Indonesia masih bisa berkembang lagi,” komentar Tifani, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Tokyo Institute of Technology.

“Dengan adanya kampanye #BukaJalanPulang dan berbagai program yang dijalankan, Bukalapak berharap semakin banyak diaspora Indonesia yang terinspirasi untuk kembali dan membangun bangsa Indonesia salah satunya dengan berkarya di perusahaan-perusahaan Indonesia,” tutup Gema.

Editor: Admin


TERPOPULER