PDIP Ingin Wujudkan Kedaulatan Pangan Lewat Laut Indonesia

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Senin, 25 September 2023 - 22:28 WIB

Hasto menyatakan Bung Karno telah menunjukkan komitmennya dengan merancang Indonesia merdeka. Seharusnya, Indonesia memiliki kebijakan ekonomi yang mandiri terkait dengan pangan.

TOKOHKITA. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP bertema "Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat", ingin mendorong kemajuan lewat sumber daya laut dan darat Indonesia.

Hal itu disampaikan Hasto saat membuka diskusi dengan tema "Pengembangan Pangan dari Laut untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Rakyat Secara Berkelanjutan" di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2023).

Hadir pemateri dalam acara ini Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Budi Sulistyo, Kadiv Bioteknologi Kelautan, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB Kustiyariyah Tarman, serta Presdir Perikanan Indonesia Sigit Muhartono.

Diskusi ini dimoderatori oleh Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri. Ketua Umum PDIP Prof. (H.C) Megawati Soekarnoputri hadir secara daring bersama seluruh jajaran pengurus PDIP se-Indonesia. Sementara di lokasi diskusi, hadir sejumlah Ketua DPP PDIP, antara lain Djarot Saiful Hidayat, Ribka Tjiptaning, dan Mindo Sianipar. Ada juga anggota DPR RI Fraksi PDIP, antara lain Sudin, Ihsan Yunus, Rahmad Handoyo, dan Riezky Aprilia.

Hasto mengatakan Indonesia merupakan negara maritim yang sebenarnya menyatukan. Proklamator RI Bung Karno, lanjut Hasto, sudah menyampaikan bahwa Indonesia negara kelautan. "Maka cara pandang kita seharusnya adalah cara pandang menjadikan laut sebagai jalan masa depan kita, jalan kemakmuran kita," kata Hasto.

Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) RI itu lalu membacakan pantun. "Indonesia negara kelautan, di dalamnya kaya akan sumber makanan dan obat-obatan, laut menjadi jalan kemakmuran, kita wujudkan pangan sebagai supremasi Indonesia di masa mendatang," kata Hasto disambut tepuk tangan para hadirin.

Hasto juga menceritakan kunjungannya ke Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa waktu lalu. Di sana, Hasto menemui para peneliti IPB. Politisi asal Yogyakarta ini juga menemukan berbagai permasalahan yang ditemui oleh para peneliti.

"Karena itulah, PDI Perjuangan melalui Rakernas IV, mengambil tema Kedaulatan Pangan Untuk Kesejahteraan Rakyat. Subtemanya Pangan Lambang Supremasi Kepeminpinan Indonesia Bagi Dunia. Maka, mari ke pangan. Mari perkuat laut, daratan, dan kita lakukan dengan menggetarkan hulu dan hilir sehingga kita sebagai bangsa benar-benar bermartabat karena memanfaatkan petani sebagai falsafah paling dasar," jelas Hasto.

Hasto menyatakan Bung Karno telah menunjukkan komitmennya dengan merancang Indonesia merdeka. Seharusnya, Indonesia memiliki kebijakan ekonomi yang mandiri terkait dengan pangan.

"Untuk itu, hari ini kita berdiskusi tentang sumber pangan daru laut. Sebenarnya tidak hanya sumber pangan, sumber obat-obatan, laut menjadi suatu wahana yang begitu luas, yang menampung berbagai keburukan di daratan, pencemaran oleh limbah plastik, pembuangan sampah beracun, pembuangan sampah nuklir yang seharusnya kita sikapi sebagai hal yang sangat berbahaya bagi peradaban umat manusia," kata Hasto.

Hasto menilai pentingnya menjaga kebersihan laut. Dia juga menginginkan adanya kebijakan yang menggambarkan tentang konsepsi green economy. Hasto menambahkan bahwa Prof. Rokhmin telah melakukan penghitungan betapa sumber daya laut Indonesia luar biasa.

"Untuk itu, diskusi ini membuka cara pandang kita terhadap masa depan, seluruh komitmen kita dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan. Seluruh peserta, utamanya dari daerah yang bergabung sevara daring, bisa membangun konitmen dalam mewujudkan Indonesia yang berdikari di bidang pangan sehingga kita akan berdaulat. Caranya termasuk bagaimana kita mendorong kegiatan riset dan inovasi sebagai guru dalam membangun politik pangan ini," kata Hasto.

Dalam diskusi itu, Ketua DPP PDIP bidang Kelautan dan Perikanan Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan, jika di flashback memang hampir dalam setiap rakernas PDIP itu selalu mengangkat tema-tema bagaimana membangun Indonesia itu jaya raya, maju, adil, makmur dan berdaulat. "Termasuk pada rakernas IV 2023 ini yang mengusung tentang kedaulatan pangan," jelasnya.

Prof. Rokhmin menjabarkan setidaknya ada empat alasan kenapa sektor kelautan sangat penting dalam  mendukung kedaulatan pangan nasional. Pertama, kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University tersebut, adanya fakta dengan bertambahnya jumlah penduduk itu membuat pemenuhan pangan semakin besar.

Kedua, produksi pangan dari darat dengan adanya konfersi lahan pertanian, pencemaran lingkungan, dan sebagainya, itu membuat produksi pangan di darat cenderung stagnan bahkan diprediksi lama kelamaan akan menurun. "Karena itulah, maka sektor kelautan dan perikanan menjadi sangat penting," jelas Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan 2020 – Sekarang.

Ketiga, lanjut Prof. Rokhmin, Indonesia ini dengan 3/4 wilayah laut itu potensi priduksi perikanan sangatlah besar bahkan salah satu yang terbesar di dunia. Baik produk ikan tangkap maupun budidaya kelautan. Dan sekarang ini Indonesia ada di posisi kedua produsen sektor kelautan di dunia.

Adapun alasan keempat, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia periode 2001 – 2004 itu menyebut tentang kemajuan teknologi kelautan dan perikanan yang semakin maju dan canggih, sehingga potensinya bisa semakin besar.

Editor: Tokohkita

TERKAIT


TERPOPULER