Maya Rumantir Didorong Jadi Pimpinan DPD

  1. Beranda /
  2. Parlemen Kita /
  3. Minggu, 22 September 2019 - 06:41 WIB

Maya Rumantir/Istimewa
Maya Rumantir
Foto: Istimewa

Di bidang sosial, ia mendirikan Yayasan Maya Bhakti Pertiwi, kemudian mendirikan Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia (IPSDM) Maya Gita dan Komunitas Doa Persahabatan dan Perdamaian (SABDA)

TOKOHKITA. Diacara DPD RI terpilih 2019-2024 di Hotel The Ritz Carlton, Jakarta, 18-21 September 2019, banyak teman sejawatnya yang mendorong Maya Rumantir menjadi pimpinan DPD.“Teman-teman mengusulkan namanya, unsur DPD RI mendorong beliau, sudah saatnya pimpinan lembaga tertinggi di negara ini diisi perempuan. Beliau sudah cukup matang dan kaya pengalaman,” terang Lily Amelia Salurapa, anggota DPD RI terpilih asal Sulawesi Selatan.

Maya Rumantir dikenal sebagai seorang penyanyi dan politikus Indonesia. Dengan memperoleh suara sebesar 206.946 suara, Maya Rumantir berhasil terpilih sebagai anggota DPD RI perwakilan Provinsi Sulawesi Utara Periode 2014–2019.

Saat menjadi anggota DPD RI, Maya Rumantir terus menyosialisasikan empat pilar kebangsaan. Lulusan Master “ Bisnis Pendidikan “ di University of America, New Orleans, Louisiana, USA dan Doktor di Bidang Administrasi Masyarakat (Komunikasi Manusia) di Universitas Columbia, Metaire, Louisiana, USA ini mengundurkan diri dari anggota DPR RI dan mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sulut 2015, kemudian terpilih kembali sebagai Anggota DPD RI.

Di bidang sosial, ia mendirikan Yayasan Maya Bhakti Pertiwi, Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia (IPSDM) Maya Gita, dan Komunitas Doa Persahabatan dan Perdamaian (SABDA), Melalui yayasan sosialnya tersebut Maya aktif dalam berbagai aktivitas sosial di berbagai daerah Indonesia. Bahkan, aktivitas ini juga membawanya ke beberapa negara untuk masalah kemanusiaan dan perdamaian, seperti Amerika dan Calcutta, India serta program Indonesia Bersinar yang bertujuan mempersiapkan barisan generasi emas Indonesia sebagai kader pemimpin bangsa.

Selain nama Maya Rumantir, ada beberapa nama lain yang di kabarkan maju yaitu Mahyudin (Kalimantan Timur) dan Abdul Rachman Thaha (Sulawesi Tengah) sebagai representasi wakil Indonesia Timur untuk maju sebagai pimpinan DPD RI selain nama Adjiep Padindang (Sulsel). Sementara untuk wakil Indonesia Barat, nama Anggota DPD asal Yogyakarta, GK Ratu Hemas mencuat.

Saat di konfirmasi via WA, Maya mengatakan bahwa beliau serahkan sepenuhnya ke pemilim suara apa akan di percaya sebagai wakil ketua MPR atau tidak, bagi maya dunia politik adalah dunia pengabdian jadi berserah diri saja sama tuhan yang kuasa dan tetap berusaha yang terbaik bagi rakyat indonesia.

Bagi Maya, pimpinan MPR juga perlu sosok negarawan yang harus turun ke seluruh pelosok indonesia, harus jalan ke tengah tengah rakyak, agar hadirnya wakil rakyat sebagai senantor di rasakan oleh masyarakat di seluru indonesia.

Di beberapa tatib pemilihan ketua DPD dan wakil di MPR sempat ricuh, ada beberapa poin yang menjadi masalah. Menurut Maya, hal itu adalah bagian dari dinamika lembaga.  "Harapan saya agar pemilihan nanti dilakukan secara e-voting agar tidak ada lagi cara cara konvensional memilih ketua DPD dan wakil ketua MPR," pintanya.

Editor: Tokohkita