Sariwangi Kampanye Mari Bicara Indonesia

  1. Beranda /
  2. Kabar /
  3. Nasional /
  4. Rabu, 16 Januari 2019 - 11:12 WIB

Sariwangi/istimewa
Sariwangi
Foto: istimewa

Kampanye ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia agar mampu merangkul perbedaan dan menemukan persamaan dalam keberagaman, melalui keterbukaan dan komunikasi.

TOKOHKITA. Paham akan adanya keberagaman masyarakat Indonesia yang merupakan sumber kekuatan bangsa, Sariwangi meluncurkan Mari Bicara, Indonesia!. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia agar mampu merangkul perbedaan dan menemukan persamaan dalam keberagaman, melalui keterbukaan dan komunikasi.

Johan Lie, Senior Brand Manager Tea dari PT Unilever Indonesia Tbk, menyampaikan, Kampanye Mari Bicara telah konsisten digaungkan Sariwangi sejak 10 tahun yang lalu, dan selama pelaksanaannya kampanye ini telah berhasil menginspirasi masyarakat Indonesia untuk menciptakan keharmonisan dan kebersamaan dalam keluarga.

"Tahun ini, memahami bahwa adanya berbagai momen penting di Indonesia yang memiliki potensi adanya perbedaan pandangan dan pendapat, Sariwangi mengajak masyarakat untuk merangkul kebersamaan dan menemukan persamaan melalui saling bicara sehingga toleransi dalam masyarakat bisa tetap terjaga,” kata dia dalam keteranganya, Rabu (16/1/2019).

Data dari survei yang dilakukan Sariwangi menunjukkan bahwa terdapat 64% responden mengakui pernah atau berpikir untuk memutuskan hubungan dengan orang terdekatnya karena alasan perbedaan. Namun, 96% responden mengakui bahwa perbedaan pandangan seharusnya masih dapat diperbaiki.

Devie Rachmawati, Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi, Universitas Indonesia mengungkapkan, “Perbedaan di kehidupan bermasyarakat merupakan hal yang wajar. Peranan Bhinneka Tunggal Ika tentu masih sangat kuat sebagai pemersatu bangsa. Komunikasi atau saling bicara memiliki kunci yang penting dalam merangkul perbedaan dan menemukan persamaan, hal ini merupakan langkah awal untuk menyambungkan dua atau lebih pihak dalam mengutarakan buah pemikiran dan aspirasinya.”

Devie kembali menjelaskan bahwa komunikasi bisa mulai diterapkan dari unit terkecil, yaitu keluarga. Para ibu dan ayah merupakan sosok yang sangat penting untuk menanamkan untuk disiarkan segera nilai kepada keluarga bahwa keterbukaan dan perbedaan membuat masyarakat Indonesia lebih kaya dan kuat.

Mona Ratuliu yang merupakan duta kampanye Mari Bicara dari Sariwangi pun turut berbagi pengalamannya merangkul perbedaan dalam keluarga, “Saya dan suami melihat beda pendapat di dalam berumahtangga merupakan hal yang wajar. Perbedaan latar belakang antara saya dan Indra sering kali membuat kami melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Namun, kami selalu menaruh keyakinan bahwa perbedaan dapat dibicarakan, demi diri sendiri, keluarga dan tentunya demi anak-anak. Keluarga kami selalu membiasakan diri untuk mengungkapkan pendapat, walaupun saling bertentangan. Bagi kami, hal ini adalah sebuah proses yang semakin mendekatkan keluarga,” paparnya.

Mari Bicara merupakan pesan yang selalu disampaikan oleh Sariwangi sebagai teh celup nomor satu di Indonesia. SariWangi senantiasa menyajikan teh berkualitas untuk menemani keluarga Indonesia sejak tahun 1973. “Kami percaya secangkir teh dapat menghangatkan suasana bahkan dalam percakapan sulit, dan menstimulasi adanya komunikasi yang baik sehingga dapat menginspirasi masyarakat untuk menemukan persamaan yang mendekatkan,” tambah Johan.

Lewat kampanye “Mari Bicara, Indonesia!”, Sariwangi mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi menyumbangkan aspirasi dan pesan tentang keberagaman melalui laman www.tehsariwangi.com. “Seberapa kecil atau besar pesan yang ingin disampaikan oleh setiap anggota masyarakat, Sariwangi akan menggaungkannya ke masyarakat luas. Sariwangi berharap kontribusi ini akan memberikan perubahan yang baik buat Indonesia,” tutup Johan.

Editor: Tokohkita